Abdul Rochim, Abdul Rochim (2026) ANALISIS YURIDIS PERLINDUNGAN HAK ASASI MANUSIA KORBAN DALAM PENERAPAN RESTORATIVE JUSTICE PADA TINDAK PIDANA KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DAN ANAK. Undergraduate (Sarjana S1) thesis, UPT. Perpustakaan Undaris.
|
Text
TESIS UNDARIS_Abdul Rochim.pdf Download (2MB) |
Abstract
ABSTRAK Tindak pidana kekerasan merupakan salah satu bentuk pelanggaran hukum yang tidak hanya menimbulkan kerugian fisik dan psikologis bagi korban, tetapi juga berpotensi melanggar hak asasi manusia yang dijamin oleh konstitusi. Sistem peradilan pidana di Indonesia selama ini lebih menitikberatkan pada pendekatan retributif yang berorientasi pada penghukuman pelaku, sehingga kebutuhan korban untuk memperoleh pemulihan sering kali belum terpenuhi secara optimal. Pendekatan restorative justice berkembang sebagai alternatif penyelesaian perkara pidana yang menekankan pemulihan kerugian korban, tanggung jawab pelaku, serta pemulihan hubungan sosial dalam masyarakat. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini meliputi: bagaimana pelaksanaan perlindungan hak asasi manusia korban tindak pidana kekerasan melalui pendekatan restorative justice, bagaimana hambatan dalam penerapan restorative justice terhadap penanganan tindak pidana kekerasan, serta bagaimana solusi untuk mengoptimalkan penerapan restorative justice dalam perlindungan hak asasi manusia korban. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif empiris dengan pendekatan peraturan perundang undangan dan pendekatan empiris melalui studi lapangan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini meliputi teori keadilan, teori perlindungan hukum, teori hak asasi manusia, dan teori restorative justice. Data penelitian diperoleh melalui studi kepustakaan serta wawancara dengan aparat penegak hukum di Polres Temanggung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pendekatan restorative justice dalam penanganan tindak pidana kekerasan telah dilakukan melalui mekanisme dialog antara pelaku dan korban dengan fasilitasi aparat penegak hukum berdasarkan Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2021 dan Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2020. Penerapannya masih menghadapi berbagai hambatan, antara lain keterbatasan regulasi yang komprehensif, perbedaan pemahaman aparat penegak hukum, keterbatasan sarana pendukung, serta faktor sosial yang memengaruhi kesiapan korban dan pelaku dalam proses penyelesaian perkara secara restoratif. Optimalisasi penerapan restorative justice memerlukan penguatan regulasi, peningkatan kapasitas aparat penegak hukum, penguatan perlindungan korban, serta peningkatan peran masyarakat dalam mendukung penyelesaian perkara yang berorientasi pada pemulihan korban dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Kata Kunci: restorative justice, tindak pidana kekerasan, perlindungan korban, hak asasi manusia, penegakan hukum.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (Sarjana S1)) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > LB Theory and practice of education > LB2300 Higher Education |
| Divisions: | Fakultas Peternakan > S1 Peternakan |
| Depositing User: | ardi mawardi S.S |
| Date Deposited: | 05 May 2026 09:47 |
| Last Modified: | 05 May 2026 09:47 |
| URI: | http://repository.undaris.ac.id:8080/id/eprint/2340 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
