TOTAL SOLID, TOTAL ASAM TERTITRASI, DAN SINERESIS YOGHURT DENGAN PENAMBAHAN OAT MILK SELAMA PENYIMPANAN DINGIN

MOHAMMAD HILMI FUADY, MOHAMMAD HILMI FUADY (2026) TOTAL SOLID, TOTAL ASAM TERTITRASI, DAN SINERESIS YOGHURT DENGAN PENAMBAHAN OAT MILK SELAMA PENYIMPANAN DINGIN. Undergraduate (Sarjana S1) thesis, UPT. Perpustakaan Undaris.

[img] Text
4. MOHAMMAD HILMI FUADY.pdf

Download (2MB)

Abstract

RINGKASAN MOHAMMAD HILMI FUADY. 22.41.0025. 2026. Total Solid, Total Asam Tertitrasi, dan Sineresis Yogurt Dengan Penambahan Oat Milk Selama Penyimpanan Dingin. (Pembimbing : ISMIARTI dan SUGIYONO). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan oat milk terhadap kualitas yogurt selama penyimpanan dingin, berdasarkan total solid, total asam, dan sineresis selama penyimpanan dingin. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Peternakan Undaris. Bahan yang digunakan yaitu susu sapi murni, oat milk, kultur bakteri kering (Lactobacillus bulgaricus, Streptococcus thermophilus, Lactobacillus acidophylus), larutan NaOH 0,1 N, dan indikator phenolphthalein 1%. Alat yang digunakan pada pembuatan oat milk diantaranya timbangan analitik, wadah stainless, gelas ukur, blender, kain penyaring, panci, pengaduk, dan kompor. Alat yang digunakan pada pembuatan starter diantaranya timbangan digital, panci, kompor, pengaduk, yoghurt maker, dan kulkas. Alat yang digunakan pada pembuatan yoghurt diantaranya panci, kompor, pengaduk, termometer digital, beaker glass, sendok, yoghurt maker, 20 botol steril ukuran 300 mL, label nama, dan kulkas. Alat yang digunakan pada pengujian total solid yaitu cawan porselen, timbangan analitik, oven pengering (105˚C), dan desikator. Alat yang digunakan pada pengujian total asam tertitrasi yaitu buret, pipet tetes, pipet volume, dan erlenmeyer. Alat yang digunakan pada pengujian sineresis yaitu kertas saring Whatman, corong kaca, gelas ukur, timbangan analitik, dan stopwatch. Penelitian eksperimental ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola searah yang terdiri atas 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri atas 300 mL susu sapi pasteurisasi tanpa tambahan oat milk sebagai kontrol (P0), 270 mL susu sapi pasteurisasi + 30 mL oat milk (P1), 240 mL susu sapi pasteurisasi + 60 mL oat milk (P2), 210 mL susu sapi pasteurisasi + 90 mL oat milk (P3). Parameter yang diuji meliputi total solid, total asam, dan sineresis. Data yang diperoleh diolah secara statistik dengan analysis of variance (ANOVA), apabila hasil yang dihasilkan berpengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan oat milk mempengaruhi karakteristik fisikokimia yogurt, terutama pada total solid dan total asam tertitrasi (TAT), namun tidak berpengaruh nyata terhadap sineresis. Nilai total solid berkisar 9,81–11,75%, TAT 0,15–0,26%, dan sineresis 0,55–0,85, yang menunjukkan kualitas yogurt relatif stabil. Perlakuan terbaik diperoleh pada P1, yang menghasilkan karakteristik mutu paling seimbang, serta menunjukkan bahwa penambahan oat milk yang mengandung β-glukan berperan dalam pembentukan sifat fisikokimia yogurt. Persentase yang disarankan untuk membuat yoghurt dengan penambahan oat milk kurang dari 30%. Kata Kunci : oat milk, sineresis, total asam tertitrasi, total solid, yoghurt.

Item Type: Thesis (Undergraduate (Sarjana S1))
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB2300 Higher Education
Divisions: Fakultas Peternakan > S1 Peternakan
Depositing User: ardi mawardi S.S
Date Deposited: 28 Apr 2026 07:18
Last Modified: 28 Apr 2026 07:18
URI: http://repository.undaris.ac.id:8080/id/eprint/2323

Actions (login required)

View Item View Item