GALIH UTOMO, GALIH UTOMO (2026) KUALITAS INDEKS PUTIH TELUR, BERAT TELUR DAN INDEKS HAUGH TELUR AYAM RAS DENGAN WARNA KERABANG YANG BERBEDA SELAMA PENYIMPANAN. Undergraduate (Sarjana S1) thesis, UPT. Perpustakaan Undaris.
|
Text
1. GALIH UTOMO_Kualitas Indeks Putih Telur, Berat Telur dan Indeks Haugh Telur Ayam Ras dengan Warna Kerabang yang berbeda selama penyimpanan_22410043_PETERNAKAN_SKRIPSI.pdf Download (803kB) |
Abstract
RINGKASAN GALIH UTOMO. 22.41.0043. 2026. Kualitas Indeks Putih Telur, Berat Telur dan Indeks Haugh Telur Ayam Ras dengan Warna Kerabang yang berbeda selama penyimpanan. (Pembimbing : ISMIARTI dan SUGIYONO) Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh warna kerabang dan lama penyimpanan terhadap kualitas internal telur ayam ras yang terdiri atas indeks putih telur, berat telur dan indeks Haugh. Sampel terdiri dari 60 butir telur. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial 3×2, dengan dua faktor perlakuan yaitu warna kerabang cokelat tua (W1), cokelat muda (W2) dan krem (W3) dan lama penyimpanan selama 7 hari (T1) dan 14 hari (T2) pada kondisi suhu ruang berkisar 20-28°C. Data hasil pengukuran dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukan warna kerabang yang berbeda berpengaruh nyata terhadap indeks putih telur dan indeks Haugh (P<0,05), namun tidak berpengaruh nyata terhadap berat telur (P>0,05). Rataan berat telur W1 (68,21 ± 5,86 g), W2 (65,83 ± 5,24 g) dan W3 (64,65 ± 2,39 g). Nilai Indeks putih telur tertinggi diperoleh pada W1 (0,038 ± 0,008), berbeda nyata dengan W2 (0,032 ± 0,007) dan W3 (0,029 ± 0,007). Nilai indeks Haugh juga menunjukkan pola yang sama, dengan W1 (57,80 ± 7,91) lebih tinggi dibandingkan W2 (52,45 ± 6,88) dan W3 (49,05 ± 9,61).Lama penyimpanan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap berat telur. Rataan berat telur pada 7 hari sebesar 66,51 ± 4,91 g dan pada 14 hari sebesar 65,94 ± 4,95 g. Lama penyimpanan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap IPT dan indeks Haugh. Nilai IPT menurun dari 0,038 ± 0,005 (7 hari) menjadi 0,027 ± 0,008 (14 hari). Nilai indeks Haugh juga menurun dari 58,17 ± 6,89 (7 hari) menjadi 48,03 ± 7,66 (14 hari). Hasil interaksi menunjukkan bahwa berat telur relatif stabil pada semua perlakuan. Nilai berat telur pada W1T1 dan W1T2 masing masing sebesar 68,42 ± 6,01 g dan 67,99 ± 6,03 g; W2T1 dan W2T2 sebesar 66,10 ± 5,40 g dan 65,55 ± 5,36 g; serta W3T1 dan W3T2 sebesar 65,02 ± 2,43 g dan 64,28 ± 2,41 g. Nilai indeks putih telur (IPT) mengalami penurunan pada setiap perlakuan seiring lama penyimpanan, yaitu dari 0,044 ± 0,006 menjadi 0,031 ± 0,005 (W1), dari 0,037 ± 0,006 menjadi 0,027 ± 0,003 (W2), dan dari 0,035 ± 0,005 menjadi 0,024 ± 0,005 (W3). Pola serupa juga terjadi pada indeks Haugh, dimana terjadi penurunan dari 63,80 ± 4,39 menjadi 51,80 ± 5,75 (W1), dari 56,70 ± 5,36 menjadi 48,20 ± 5,59 (W2), serta dari 54,00 ± 6,96 menjadi 44,10 ± 9,60 (W3).Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa warna kerabang cokelat tua menunjukkan mutu internal yang lebih baik, sedangkan penyimpanan yang lebih lama menyebabkan penurunan kualitas internal. Kata kunci : Berat telur, Indeks Putih Telur, Indeks Haugh, warna kerabang dan lama penyimpanan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (Sarjana S1)) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > LB Theory and practice of education > LB2300 Higher Education |
| Divisions: | Fakultas Peternakan > S1 Peternakan |
| Depositing User: | ISYA YULISTIAWAN isyayulistiawan777@gmail.com |
| Date Deposited: | 11 Apr 2026 02:48 |
| Last Modified: | 11 Apr 2026 02:48 |
| URI: | http://repository.undaris.ac.id:8080/id/eprint/2288 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
