ELBA ARTA FORTESA, ELBA ARTA FORTESA (2026) PENYELESAIAN PELANGGARAN KODE ETIK PROFESI BAGI ANGGOTA KEPOLISIAN YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA PENYALAHGUNAAN NARKOBA (Studi di Polrestabes Semarang). Undergraduate (Sarjana S1) thesis, UPT. Perpustakaan Undaris.
|
Text
4. ELBA ARTA FORTESA_PENYELESAIAN PELANGGARAN KODE ETIK PROFESI BAGI ANGGOTA KEPOLISIAN YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA PENYELAJGUNAAN NARKOBA STUDI DI POLRESTABES SEMARANG _22110126_S1 ILMU HUKUM_SKRIPSI (1).pdf Download (12MB) |
Abstract
ABSTRAK Meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap profesionalisme dan integritas aparat penegak hukum menuntut Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk menegakkan hukum sekaligus menjunjung tinggi kode etik profesi. Namun dalam praktiknya masih ditemukan anggota Polri yang melakukan pelanggaran kode etik, termasuk tindak pidana penyalahgunaan narkoba. Pelanggaran tersebut tidak hanya melanggar hukum pidana, tetapi juga mencederai kehormatan profesi serta menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Oleh karena itu, diperlukan kajian mengenai mekanisme penyelesaian pelanggaran kode etik profesi serta bentuk sanksi yang dijatuhkan terhadap anggota kepolisian yang terlibat penyalahgunaan narkoba, khususnya di Polrestabes Semarang. Penelitian ini memfokuskan pada dua permasalahan utama, yaitu: (1) bagaimana penyelesaian pelanggaran kode etik profesi bagi anggota kepolisian yang melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkoba di Polrestabes Semarang; dan (2) bagaimana bentuk sanksi yang dijatuhkan terhadap anggota Polri yang melakukan pelanggaran kode etik terkait tindak pidana penyalahgunaan narkoba di Polrestabes Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum empiris dengan spesifikasi deskriptif analitis. Data diperoleh melalui wawancara dengan narasumber di lingkungan Polrestabes Semarang, khususnya unit penanganan kode etik profesi, serta melalui studi dokumentasi dan bahan hukum sekunder. Data dianalisis secara kualitatif untuk menggambarkan mekanisme penyelesaian pelanggaran kode etik dan penerapan sanksi terhadap anggota Polri yang melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkoba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelesaian pelanggaran kode etik profesi terhadap anggota Polri yang melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkoba di Polrestabes Semarang dilakukan melalui dua mekanisme, yaitu proses hukum pidana melalui peradilan umum dan proses internal melalui sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP). Kedua proses tersebut berjalan secara terpisah namun saling berkaitan, di mana putusan pidana menjadi pertimbangan penting dalam sidang kode etik. Adapun bentuk sanksi yang dijatuhkan bersifat bertingkat dan proporsional, meliputi penempatan khusus (patsus), demosi jabatan, penurunan pangkat, hingga sanksi terberat berupa pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH), yang ditentukan berdasarkan tingkat kesalahan, peran pelaku, serta dampak pelanggaran terhadap institusi. Kata Kunci: kode etik profesi, Polri, narkoba, sanksi disiplin, penegakan hukum.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (Sarjana S1)) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > LB Theory and practice of education > LB2300 Higher Education |
| Divisions: | Fakultas Hukum > S1 Ilmu Hukum |
| Depositing User: | ISYA YULISTIAWAN isyayulistiawan777@gmail.com |
| Date Deposited: | 11 Mar 2026 06:37 |
| Last Modified: | 11 Mar 2026 06:37 |
| URI: | http://repository.undaris.ac.id:8080/id/eprint/2259 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
