Ridha Sarwono, S.Sn., M.Pd, Ridha Sarwono, S.Sn., M.Pd (2026) KESIAPAN GURU KELAS DALAM MENGAJARKAN SENI BUDAYA TANPA LATAR BELAKANG PENDIDIKAN SENI: STUDI FENOMENOLOGI DI SEKOLAH DASAR. Kesiapan Guru Kelas dalam Mengajarkan Seni Budaya Tanpa Latar Belakang Pendidikan Seni: Studi Fenomenologi di Sekolah Dasar. (Unpublished)
|
Text
2. 2023 Laporan_Penelitian_Kesiapan_Guru_Seni_Budaya_Ridha Sarwono.pdf Download (491kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam pengalaman hidup (lived experience) guru kelas yang tidak memiliki latar belakang pendidikan seni dalam mengajarkan mata pelajaran Seni Budaya di SD Beji 01 Ungaran Timur, serta memaknai kesiapan yang mereka rasakan dan bangun. Guru kelas sekolah dasar mengampu hampir seluruh mata pelajaran, termasuk seni, sementara pendidikan keguruan dasar umumnya hanya membekali porsi seni yang terbatas. Kondisi ini memunculkan pertanyaan tentang bagaimana guru memaknai kesiapan dirinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif. Informan dipilih secara purposif, yaitu guru kelas SD Beji 01 yang mengampu Seni Budaya dan tidak berlatar belakang pendidikan seni. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi pembelajaran, dan studi dokumen perangkat ajar, kemudian dianalisis dengan tahapan fenomenologi Moustakas (epoche, reduksi fenomenologis, pengelompokan unit makna, deskripsi tekstural dan struktural, esensi). Keabsahan data diuji melalui triangulasi, member checking, dan audit trail. Penelitian fenomenologi ini mendeskripsikan pengalaman enam guru kelas SD Beji 01 Ungaran Timur yang mengajar seni budaya tanpa latar belakang pendidikan seni. Data dikumpulkan melalui wawancara. Keenam guru mulai mengajar tanpa pelatihan dan merasa bingung, khawatir, atau kurang percaya diri. Mereka merasa lebih nyaman mengajar seni rupa daripada musik, tari, dan teater. Hambatan yang muncul berlapis: pengetahuan, kepercayaan diri, sarana, keragaman siswa, penilaian, dan waktu. Guru mengatasinya dengan belajar mandiri, memanfaatkan bahan sekitar, dan menyusun rubrik sederhana. Dukungan yang diterima bersifat informal, tanpa pelatihan atau pendampingan berkelanjutan. Esensi pengalaman guru adalah memikul tanggung jawab mengajar seni tanpa bekal formal, lalu menjawabnya dengan belajar mandiri dan kegiatan kreatif. Temuan tidak digeneralisasi, dan guru membutuhkan pelatihan praktik serta pendampingan. Kata Kunci: kesiapan guru, seni budaya, guru kelas, fenomenologi, sekolah dasar
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | L Education > LB Theory and practice of education > LB2300 Higher Education |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Kependidikan > S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar |
| Depositing User: | ISYA YULISTIAWAN isyayulistiawan777@gmail.com |
| Date Deposited: | 16 Oct 2026 07:13 |
| Last Modified: | 16 Oct 2026 07:13 |
| URI: | https://repository.undaris.ac.id/id/eprint/2471 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
