NTEGRASI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM PEMBELAJARAN IPAS UNTUK MEMBENTUK KARAKTER SISWA SD HJ. ISRIATI MOENADI

Nimas Puspitasari, Nimas Puspitasari (2024) NTEGRASI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM PEMBELAJARAN IPAS UNTUK MEMBENTUK KARAKTER SISWA SD HJ. ISRIATI MOENADI. LAPORAN AKHIR PENELITIAN. (Unpublished)

[img] Text
LA PENELITIAN GASAL 24-25.pdf

Download (958kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) bentuk integrasi pendidikan multikultural dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di SD SD Hj. Isriati Moenadi. ; (2) bentuk karakter siswa yang terbentuk melalui pembelajaran IPAS berwawasan multikultural; serta (3) faktor pendukung dan penghambat proses integrasi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian meliputi Kepala Sekolah, guru IPAS Fase B dan C, serta siswa SD SD Hj. Isriati Moenadi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif di kelas, wawancara mendalam, dan dokumentasi Modul Ajar IPAS. Teknik analisis data mengacu pada model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Bentuk integrasi pendidikan multikultural dalam pembelajaran IPAS dilakukan melalui pendekatan infusi (infusion approach) pada perencanaan pembelajaran (Modul Ajar berdimensi Profil Pelajar Pancasila), pengayaan materi sosial-geografis berbasis kearifan lokal, serta penerapan model Project-Based Learning (PjBL) dan Problem-Based Learning (PBL) menggunakan kelompok belajar heterogen (equity pedagogy); (2) Karakter siswa yang terbentuk secara konsisten mencakup dimensi Berkebinekaan Global (menghargai kearifan lokal dan menolak perundungan berbasis identitas), Gotong Royong (kerja sama inklusif dan empati sosial), serta Akhlak Mulia/Tasamuh (toleransi berlandaskan ajaran Islam Rahmatan Lil 'Alamin); (3) Faktor pendukung utama adalah budaya sekolah yang menerapkan multikulturalisme religius-inklusif dan ketersediaan media digital interaktif, sedangkan faktor penghambat berupa prasangka implisit siswa dari luar sekolah yang diatasi melalui sesi refleksi (debriefing) dan konfirmasi fakta (tabayyun). Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai keagamaan dan pendidikan multikultural bersifat saling menguatkan dalam membentuk karakter siswa melalui pembelajaran IPAS yang holistik. Kata Kunci: Pendidikan Multikultural, Pembelajaran IPAS, Pembentukan Karakter, SD Hj. Isriati Moenadi, Kurikulum Merdeka.

Item Type: Article
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB2300 Higher Education
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Kependidikan > S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Depositing User: ISYA YULISTIAWAN isyayulistiawan777@gmail.com
Date Deposited: 16 Sep 2026 08:32
Last Modified: 16 Sep 2026 08:32
URI: https://repository.undaris.ac.id/id/eprint/2407

Actions (login required)

View Item View Item